ARKANANTA OUTDOORS: UJUNG KULON THE INDONESIA HIDDEN PARADISE #beliindonesia
Lencana Facebook
Senin, 03 Oktober 2011
Sabtu, 01 Oktober 2011
Selasa, 27 September 2011
Kamis, 15 September 2011
Klasifikasi Sungai Rafting
Tak
disangsikan lagi, arung jeram telah menjadi suatu kegiatan yang sangat
populer dibandingkan dengan kegiatan ke petualangan lainnya. Dapat
dinikmati beramai-ramai tanpa memandang usia, status sosial, tingkat
pendidikan dan profesi seseorang.
Saat ini telah
banyak sungai yang dapat diarungi serta dikelola secara profesional
oleh beberapa operator arung jeram. Mereka menawarkan berbagai paket
kegiatan dengan tingkatan umur dan ke mampuan dari calon kunsumennya.
Mulai dari sungai dengan tingkat kesulitan mudah sampai dengan sungai
yang menjanjikan tantangan dan petualangan.
Berikut penjelasan tentang tingkat kesulitan sungai :
Class I
Tingkat kesulitan sungai yang paling rendah, dengan arus yang bervariasi dari flat (datar) dan relatif tenang sampai sedikit beriak pada beberapa tempat. Rintangan yang ada pun sangat sedikit dan dapat terlihat jelas. Resiko berenang di sungai ini sangat rendah dan self-rescue sangat mudah dilakukan.
Class II
Sungai dengan tingkat kesulitan rendah - menengah. Cocok untuk pemula, dengan sungai yang lebar dan arus yang cukup deras, lintasan pengarungan jelas sehingga tidak memerlukan pengamatan terlebih dahulu. Sesekali manuver perahu perlu dilakukan, namun bebatuan dan jeram medium dapat dengan mudah dilewati oleh pengarung yang terlatih. Penumpang yang terlempar keluar perahu dan terhanyut jarang sekali mengalami cidera. Pertolongan bantuan masih belum perlu. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk latihan dasar kegiatan arung jeram.
Class III
Sungai dengan tingkat kesulitan menengah, memiliki jeram yang mulai tidak beraturan dan cukup sulit serta dapat menenggelamkan perahu. Manuver-manuver pada arus yang deras serta kontrol perahu pada lintasan sempit sering diperlukan. Jeram-jeram besar dan "strainers" mungkin ada namun dapat dengan mudah dihindari. Pusaran arus yang kuat dan deras sering ditemukan, terutama pada sungai-sungai besar.
Cidera saat terlempar keluar perahu dan terhanyut masih sangat jarang; self-rescue biasanya masih mudah dilakukan namun pertolongan bantuan sudah mulai diperlukan untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk kegiatan wisata keluarga atau sebagai rekreasi alternatif karena dapat diikuti oleh anak-anak yang berusia 9 tahun.
Class IV
Sungai dengan tingkat kesulitan menengah - tinggi. Sungai ini memiliki arus yang sangat deras namun masih dapat diprediksi dengan pengendalian perahu yang tepat. Teknik pengarungan pada sungai ini sangat tergantung pada karakter sungai itu sendiri, karena sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat beragam dan berbeda-beda walau memiliki tingkat kesulitan yang sama. Jeram-jeram besar, hole dan lintasan sempit yang tidak dapat dihindari memerlukan manuver yang cepat. Berhenti sejenak pada arus yang sedikit tenang mungkin diperlukan sebelum memulai maneuvers sekedar mengamati arus atau untuk istirahat. Karena pada jeram-jeram tertentu, bahaya selalu mengancam. Resiko cidera bagi penumpang yang hanyut cukup besar dan kondisi air menyebabkan self-rescue sulit dilakukan sehingga perlu pertolongan bantuan. Pertolongan bantuan tersebut memerlukan latihan khusus agar teknik penyelamatan dapat dilakukan dengan benar.
Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat menyenangkan dan menjanjikan tantangan lebih, tentunya dengan dukungan peralatan yang memadai, pengetahuan yang cukup dan pemandu yang terampil.
Class V
Sungai dengan tingkat kesulitan tinggi dan hanya cocok untuk pengarung jeram yang sudah menguasai teknik pengarungan dan memiliki pengalaman yang cukup pada sungai Class IV.
Sungai yang tergolong pada sungai class V memiliki jeram yang banyak dan panjang dengan berbagai rintangan yang dapat menyebabkan resiko tambahan bagi seorang pendayung. "Drops" atau penurunan yang tiba2, Jeram-jeram sulit, "hole" dan tebing terjal yang tidak dapat dihindari sampai dengan waterfall (air terjun) sering dijumpai pada sungai ini. Jeram yang dilewati sering kali beruntun pada jarak yang cukup panjang, sehingga membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi. Kalaupun ada pusaran air yang tenang (eddies), jumlahnya sangat sedikit sekali dan cukup sulit untuk diraih. Pada skala tertinggi, Sungai dengan tingkat kesulitan ini memiliki kombinasi jeram yang sangat beragam, mulai dari curler, hair, hay stakes, headwall, strainer, under cut, wave train sampai dengan pin hole yang sangat berbahaya dan mematikan.
Terlempar keluar dari perahu pada sungai ini sangat berbahaya dan tindakan penyelamatan sering sulit dilakukan bahkan untuk seseorang yang mahir sekalipun. Peralatan yang tepat, pengalaman yang luas dan latihan keterampilan dalam penyelamatan sangat penting.
Class VI
Sungai yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi. Pengarungan di sungai ini hampir tidak mungkin dilakukan kerena jeram yang ada tidak dapat diprediksi dan sangat berbahaya. Konsekwensi dari suatu kesalahan dalam pengarungan disungai ini sangat berat serta tindakan penyelamatan hampir tidak mungkin. Sungai dengan tingkat kesulitan ini hanya untuk tim khusus yang memiliki keahlian tinggi -bukan untuk diarungi perorangan- setelah sering kali melakukan pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class V.
Klasifikasi tingkat kesulitan sungai diatas merupakan tingkat kesulitan sungai yang ditetapkan secara internasional.
Namun klasifikasi ini masih sangat variatif dan dapat berubah-ubah walau masih pada sungai yang sama, karena tingkat kesulitan ini sangat tergantung pada debit air dan kemiringan sungai. Sehingga pada waktu-waktu tertentu sungai-sungai tersebut memiliki tingkat kesulitan yang mungkin bertambah atau mungkin berkurang.
Karena itu oleh kalangan penggiat arung jeram dibelakang Class sungai sering ditambah dengan tanda + (plus).
Misalnya sungai Citarik memiliki tingkat kesulitan III+ artinya pada jeram-jeram tertentu sungai citarik memiliki tingkat kesulitan yang setara dengan sungai Class IV. [BK]
Untuk kegiatan rafting, paintball, outbound program, eco tourism dan lain lain bisa di cek di arkananta rafting & paintball
*. sumber white water rafting dan berbagai tulisan lain.
Senin, 22 Maret 2010
BERAS HITAM sang penyelamat
Mengenal Beras Hitam
Beras hitam merupakan produk pertanian organik warisan leluhur yang diperkirakan merupakan tanaman asli Indonesia.
Beras hitam semula secara tradisional ditemukan di beberapa daerah dengan nama pari Slamet ( artinya padi yang membawa selamat bagi padi yang lain). Pari Slamet atau padi hitam ditanam oleh petani di sudut-sudut petak sawah atau di pinggir pertanaman padi, untuk melindungi tanaman padi yang ada di dalamnya dari serangan hama dan penyakit, karena rasa yang lebih enak maka hama akan menyerang padi hitam dan padi yang di tengah akan selamat. Hama mulai dari burung sampai dengan serangga memilih menyerang padi hitam karena cita rasa dan aroma yang lebih enak sehingga padi yang di tengah petak sebagai tanaman utama akan selamat.
Pada dewasa ini setelah beras hitam diketahui khasiatnya yang luar biasa terhadap kesehatan manusia maka beras htam mulai di budidayakan. Namun demikian karena hasil rata rata per hektare sangat rendah serta sangat rentan terhadap hama sehingga biaya produksi menjadi sangat tinggi. Hal ini menyebabkan beras hitam menjadi sangat mahal bila dibanding dengan beras lain.
Beras hitam sangat berbeda dengan beras ketan hitam baik rasa, aroma maupun warna sangat spesifik dan unik. Bila sudah dimasak warna akan menjadi hitam pekat.
Dari sisi khasiat dan gizi ternyata pigmen beras yang berwarna hitam mempunyai khasiat yang paling bagus dibanding dengan beras berwarna yang lainnya, dengan keunggulan diantara lain:
- Memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang sangat tinggi.
- Kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinya mudah diurai.
- Aman dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.
- Sangat baik untuk program diet.
- Mencegah kanker.
- Mencegah penyakit jantung.
- Mencegah penyakit asam urat.
- Menurunkan tekanan darah tinggi.
- Baik untuk penderita fertigo.
Menurut para ahli, beras hitam apabila dikonsumsi secara rutin akan berdampak pada peningkatan ketahan tubuh terhadap penyakit, menurunkan kadar gula darah, memperbaiki sel hati, mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/ tumor, memperlambat penuaan, membersihkan kolesterol dalam darah, mencegah anemia dan menurunkan tekanan darah.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi beras hitam:
1. Mencuci beras sebelum dimasak cukup sekali saja, tanpa dibilas agar berbagai kandugan unsur tidak terlalu banya terbuang.
2. Untuk penderita tekanan darah rendah tetap bisa mengkonsumsi beras ini dengan dicampur beras berah (1:1).
3. Beras hitam apabila sudah dimasak tidak basi sampai ± 3 (tiga) hari masih bisa dikonsumsi.
4. Sebaiknya di konsumsi secara rutin.
Beras hitam oleh orang cina telah dikenal sebagai beras terlarang untuk dikonsumsi oleh orang awam. Beras ini hanya boleh dikonsumsi oleh kalangan istana. Saa ini Jaringan Petani Organik Jawa Tengah bekerja sama dengan CV. Ginanjar Subur dan CV. Arkananta Tritama, Jakarta berupaya memasyarakatkan beras hitam agar segera tercapai tujuan masyarakat Indonesia yang sehat sehingga tercipta bangsa yang sehat pula.
Beras hitam merupakan produk pertanian organik warisan leluhur yang diperkirakan merupakan tanaman asli Indonesia.
Beras hitam semula secara tradisional ditemukan di beberapa daerah dengan nama pari Slamet ( artinya padi yang membawa selamat bagi padi yang lain). Pari Slamet atau padi hitam ditanam oleh petani di sudut-sudut petak sawah atau di pinggir pertanaman padi, untuk melindungi tanaman padi yang ada di dalamnya dari serangan hama dan penyakit, karena rasa yang lebih enak maka hama akan menyerang padi hitam dan padi yang di tengah akan selamat. Hama mulai dari burung sampai dengan serangga memilih menyerang padi hitam karena cita rasa dan aroma yang lebih enak sehingga padi yang di tengah petak sebagai tanaman utama akan selamat.
Pada dewasa ini setelah beras hitam diketahui khasiatnya yang luar biasa terhadap kesehatan manusia maka beras htam mulai di budidayakan. Namun demikian karena hasil rata rata per hektare sangat rendah serta sangat rentan terhadap hama sehingga biaya produksi menjadi sangat tinggi. Hal ini menyebabkan beras hitam menjadi sangat mahal bila dibanding dengan beras lain.
Beras hitam sangat berbeda dengan beras ketan hitam baik rasa, aroma maupun warna sangat spesifik dan unik. Bila sudah dimasak warna akan menjadi hitam pekat.
Dari sisi khasiat dan gizi ternyata pigmen beras yang berwarna hitam mempunyai khasiat yang paling bagus dibanding dengan beras berwarna yang lainnya, dengan keunggulan diantara lain:
- Memiliki kandungan nutrisi dan mineral yang sangat tinggi.
- Kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinya mudah diurai.
- Aman dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.
- Sangat baik untuk program diet.
- Mencegah kanker.
- Mencegah penyakit jantung.
- Mencegah penyakit asam urat.
- Menurunkan tekanan darah tinggi.
- Baik untuk penderita fertigo.
Menurut para ahli, beras hitam apabila dikonsumsi secara rutin akan berdampak pada peningkatan ketahan tubuh terhadap penyakit, menurunkan kadar gula darah, memperbaiki sel hati, mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/ tumor, memperlambat penuaan, membersihkan kolesterol dalam darah, mencegah anemia dan menurunkan tekanan darah.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi beras hitam:
1. Mencuci beras sebelum dimasak cukup sekali saja, tanpa dibilas agar berbagai kandugan unsur tidak terlalu banya terbuang.
2. Untuk penderita tekanan darah rendah tetap bisa mengkonsumsi beras ini dengan dicampur beras berah (1:1).
3. Beras hitam apabila sudah dimasak tidak basi sampai ± 3 (tiga) hari masih bisa dikonsumsi.
4. Sebaiknya di konsumsi secara rutin.
Beras hitam oleh orang cina telah dikenal sebagai beras terlarang untuk dikonsumsi oleh orang awam. Beras ini hanya boleh dikonsumsi oleh kalangan istana. Saa ini Jaringan Petani Organik Jawa Tengah bekerja sama dengan CV. Ginanjar Subur dan CV. Arkananta Tritama, Jakarta berupaya memasyarakatkan beras hitam agar segera tercapai tujuan masyarakat Indonesia yang sehat sehingga tercipta bangsa yang sehat pula.
Langganan:
Postingan (Atom)
